Hasil Kajian Koleksi Arkeologika Museum Karaeng Pattingalloang Dalam Seminar yang dilaksanakan Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan

Mengambil tempat di salah satu bangunan bersejarah di Kota makassar, yaitu Gedung MULO, Jalan Jenderal Sudirman No. 23 Makassar, Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan melaksananakn sebuah kegiatan yang penting diselenggarakan terkait peran Museum dan Pengelolaannnya. Seminar Hasil Kajian Koleksi Arkeologika Museum Karaeng Pattingalloang ini secara khusus membahas tentang sejarah museum dan riwayat koleksi yang ada di Museum Karaeng Pattingalloang yang terletak dalam kompleks Benteng Somba Opu ini.

Seminar ini melibatkan tim kajian yang telah melakukan inventarisasi dan registrasi sejak tahun 2019. Pada tahun ini kembali dilakukan langkah lanjutan berupa kajian lebih mendalam terhadap koleksi museum. Kajian tersebut meliputi koleksi arkeologika, keramologika, numismatika, seni rupa dan etnografika.
Seminar dilaksanakan selama dua hari, yaitu 10 – 11 Desember 2020. Meskipun dalam kondisi pandemi dan keterbatasan jarak sosial, kami tetap berkomintmen melaksanakan kegiatan ini dengan tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah pusat maupun provinsi untuk meminimalkan penyebaran C-19. Demikian imbau Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan.

Seminar Hasil kajian ini menghadirkan pembicara dari Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia KOMDA SULAMPAPUA yang diwakili oleh Bapak Yadi Mulyadi, kemudian dari Kantor Balai pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Ibu Andini Perdana dan dari Kantor Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan, yang diwakili oleh Fakhri, sebagai salah seorang peneliti. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas kebudayaan dan Provinsi Kepariwisataan Bapak Ir. Denny Irawan Saardi, M. Si. Kepala Dinas sangat mengharapkan adanya sinergitas antar lembaga sehingga koleksi arkeologika dari Museum Karaeng Pattingalloang dapat memberikan informasi dan menambah wawasan masayarakat kita tentang museum. Sejalan dengan hal ini tentunya diperlukan pengembangan dan pemanfaatan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai perjuanagan Kerajaan Gowa melawan penjajahan Belanda di masa lampau.[pay]

 140 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *