BALAR SULSEL SAMBUT BAIK HASIL KAJIAN DED SITUS BUNTU LEBANI, KABUPATEN LUWU

Makassar, Balar Sulsel—Kabupaten Luwu memiliki potensi yang sangat menjanjikan baik disektor perkebunan berupa Kelapa Sawit, Kakao, Kopi, Kelapa, Cengkeh, Jambu Mete, Kemiri, Lada, Pala, Sagu, dan Vanili sedangkan dari sektor pertanian komoditi yang diunggulkan berupa Jagung, Tembakau dan Ubi kayu, begitupula dengan sektor pariwisata memiliki banyak potensi yang dapat dijadikan sebagai tambahan sumber pendapatan daerah. Selain ketiga sektor tersebut, Kabupaten Luwu memiliki banyak tinggalan arkeologis yang bernilai sejarah yang memiliki peranan sangat penting dalam sejarah peradaban hidup manusia di muka bumi. Potensi sebaran situs arkeologi inilah yang  menjadi salah satu ikon dan daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Senin (07/12/2020)  Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Propinsi Sulawesi Selatan yang bekerjasama dengan Center of Technology Universitas Hasanuddin (COT Unhas) melaksanakan kegiatan konsultasi publik. Agenda utama yang dibahas dalam kegiatan ini  yaitu penyusunan masterplan kawasan pariwisata dan cagar budaya Lebani Kabupaten Luwu; Penyusunan masterplan kawasan ekowisata Keladi Kabupaten Luwu; dan Penyusunan masterplan kawasan pesisir sekitar Pelabuhan Ulo-Ulo Kabupaten Luwu.

Kiri Asiten II Pemkab Luwu, Palanggi Andi Kaddiraja, Tengah Usmaruddin Anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan.

Usmaruddin, DPRD Propinsi Sulawesi Selatan yang merupakan pengusung perencanaan tersebut mengungkapkan bahwa Kabupaten Luwu memiliki pariwisata di berbagai sektor terkait prasejarah dan lain-lain, sehingga dibutuhkan pemerintah untuk mengelola dan menjadikannya sebagai objek wisata. Usmanruddin juga mengungkapkan akan pentingnya membangun sinergi antar instansi terutama dalam mengembangkan Kabupaten Luwu.

Asisten II Pemkab Luwu, Palanggi Andi Kaddiraja juga mengungkapkan bahwa “Kabupaten Luwu memiliki potensi yang banyak pada sub bidang budaya dan kepariwisataan. Sehingga dalam bidang wisata tersebut akan muncul multifungsi, multifungsi tersebut yaitu kabupaten luwu sebagai objek wisata dan sekaligus menghidupi masyarakat dengan disiapkan penjualan-penjualan di wilayah daerah tersebut.”

Dalam presentasi dari ketiga objek wisata Asisten II mengungkapkan bahwa perlu adanya keunikan dari masing-masing wisata yang diusung.

Sumber: TIM Buntu Lebani saat melakukan presentasi

Masterplan yang disusun oleh TIM Buntu Lebani dilatarbelakangi sebagai berikut:

  • Undang-undang no.11 tahun 2010 tentang cagar budaya, pasal 85 ayat 1, disebutkan bahwa “pemerintah, pemerintah daerah, dan setiap orang dapat memanfaatkan cagar budaya untuk kepentingan agama, sosial, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan dan pariwisata
  • Amanah permen pariwisata no.10 tahun 2016, tentang pedoman penyusunan rencana induk pembangunan kepariwisataan Propinsi dan kab/kota
  • Terdapatnya potensi wisata kabupaten luwu yang perlu untuk dikembangkan & dijadikan sebagai destinasi pariwisata
  • Kondisi cagar budaya kab.luwu sampai saat ini, berkembang dengan sendiri, tidak didukung dengan suatu perencanaan yang baik
  • Pariwisata akan menjadi sektor unggulan dalam pembangunan ekonomi kabupaten luwu

Berikut merupakan gambaran perspektif kawasan yang direncanakan akan dibangun.

Sumber: TIM Buntu Lebani saat melakukan presentasi

Hasil penelitian Tim Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan di Situs Buntu Lebani 2019 menemukan sejumlah budaya materi (artefak) masa lalu di lereng hingga di puncak bukit. Adapun data hasil temuan yang telah didapatkan dari hasil ekskavasi berupa batu berlubang, fragmen gerabah dan lumpang batu.

Peneliti Senior Balar Sulsel Dr. Hasanuddin, M.Hum.

Dr. Hasanuddin, M.Hum., seorang peneliti senior Balar Sulsel mengungkapkan bawah hasil analisis pertanggalan bahwa Situs Buntu Lebani menjadi wilayah permukiman manusia masa lalu sekitar abad 18 Masehi. Ritual yang terkait dengan pertanian dahulu pernah dilakukan masyarakat di puncak bukit, disekitar “Batu Lampo” dan “Batu Tedong. Meskipun hasil pertanggalan abad 18 Masehi, namun masih perlu penelitian khusus untuk kronologi batu liang yang mungkin bisa memberi informasi jejak lebih tua.“

Oleh karena itu, perlu penelitian terkait lokasi pengembangan serta masih ada indikasi situs dengan temuan keramik dan gerabah di lokasi pengembangan. Di dalam kebun cokelat masih ada gundukan yang diindikasikan sebagai fitur, perlu penelitian untuk memastikannya. Ungkap Dr. Hasanuddin, M.Hum.

Kepala Balar Sulsel M. Irfan Mahmud, M.Si. juga menambahkan pernyataan terkait rencana tersebut bahwa “beberapa bagian lanskap sawah perlu dipilih untuk diintegrasikan dalam DED untuk memperkuat gambaran hubungan antara kisah pemukiman situs budaya pertanian dengan sawah disekitarnya dan pengembangan antraksi berbasis identitas lokal. “

Lebih lanjut, Kepala Balar Sulsel menjelaskan bahwa “Nilai penting situs Buntu Lebani memberi gambaran pemukiman komunitas pertanian yang menjadi kekuatan dasar pendapatan setempat. Situs ini juga memberi gambaran jejak cara hidup petani generasi Austronesia”

Kepala Balar Sulsel juga mengapresiasi inisiatif dari Bapak Usmaruddin selaku anggota DPRD Propinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah propinsi serta pemerintah Kabupaten Luwu atas inisiatif upaya rencana pengelolaan dan pengembangan situs Buntu Lebani, Desa Lebani.

Situs Lebani pernah diteliti oleh Balar Sulsel pada tahun 2019 dengan temuan-temuan yang telah terintegrasi dengan DED karena itu pihak Balar Sulsel sangat mendukung upaya tersebut dengan beberapa masukan bahwa masih perlu memastikan lanskap pedataran yang menjadi zona pengembangan dengan ekskavasi agar temuan-temuan penting dilokasi pengembangan dapat diselamatkan atau bagian-bagian yang diteliti dapat menambah koleksi museum yang ada. Selain itu beberapa lanskap sawah perlu dipilih untuk diintegrasikan dalam DED untuk memperkuat gambaran hubungan antara kisah pemukiman situs-situs budaya pertanian dengan sawah yang disekitarnya dan pengembangan antraksi berbasis identitas lokal. [hs]

 335 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *