Membangun Sinergitas dari Berbagai Cabang Ilmu yang Terkait

Makassar, Balar Sulsel–Menanggapi situasi darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19, Balai Arkeologi Sulawesi Selatan sebagai salah satu UPT Pusat Penelitian Arkeologi Nasional tetap melakukan aktivitas penelitian di wilayah kerjanya. Berdasarkan tugas dan fungsi riset serta pengembangan hasil penelitian, Balar Sulsel menyelenggarakan penelitian Desk Study secara serentak bersama UPT Balar lainnya se-Indonesia. Salah satu tema kegiatan Desk Study tahun ini mengangkat tema Tinjauan Terhadap Temuan Gigi Manusia dari Situs Gua Codong, Kabupaten Soppeng Sulawesi Selatan.

Desk Study ini dilaksanakan sejak tanggal 7 september sampai 1 Oktober 2020. “Untuk melaksanakan riset ini, diperlukan sebuah kolaborasi perspektif dan analisis terpadu antara ilmu sosial-budaya dan ilmu saintifik. Ilmu sosial budaya dari Arkeologi dan ilmu saintifik dari kedokteran gigi“. Demikian ungkap Fakhri sebagai Ketua Tim. Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa “Dalam menganalisis temuan human remains berupa gigi manusia, sebaiknya dilakukan secara makroskopis dan analisis mikroskopis yang terukur dan sistematis. Untuk menerapkan prisnsip metodologis maka diperlukan sinergitas yang intensif antara arkeologi dan bidang yang intens menangani gigi manusia“.

Ibarat gayung bersambut, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG-UH) memberikan respon positif kepada Balar Sulsel untuk melakukan audiens terkait pelaksanaan riset ini. Pertemuan awal, pada Senin (7/09/2020) di ruang dekanat FKG-UH, tim Balar Sulsel diterima oleh Wakil Dekan 2 Dr. drg. Nurlindah Hamrun, M. Kes. membahas kemungkinan kolaborasi riset secara intensif secara berkelanjutan.

Pada pertemuan tersebut drg. Muhammad Ruslin, Sp. B.M. (K)., M.Kes., Ph.D. selaku Dekan FKG yang mengambil spesialisasi kepakaran di bidang operasi penyakit Bedah Mulut ini mengungkapkan “Secara akademis, ajakan kolaborasi melakukan riset ini sangat kami apresiasi. Kami harapkan dari riset ini akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dari masing-masing ilmu, sehingga sebuah objek penelitian, tidak lagi dipandang secara parsial, namun selayaknya dilakukan secara holistik“.

Target pelaksanaan desk study ini kemudian diarahkan oleh Dekan FKG untuk membentuk tim riset bersama yang akan mengkaji secara lebih spesifik terkait temuan arkeologis di Situs Gua Codong. Tim riset bersama ini akan diikat dalam satu MoU antara Balai Arkeologi Sulsel, FKG-UH dan FIB-UH.

Situs ini merupakan salah satu situs di Sulawesi Selatan yang cenderung mengalami “keterabaian”. Riset arkeologi di Situs ini telah dimulai sejak tahun 30-an oleh peneliti luar negeri Willem dan McCarthy dengan hasil temuan yang sangat menarik dengan kehadiran temuan gigi lepas berjumlah 2500 sampai 2700 buah yang mewakili 267 individu dalam sebuah situs di gua.

Kerjasama yang dilaksanakan dalam upaya membangun sinergitas dari berbagai cabang ilmu diharapkan bisa terwujud melalui kegiatan penelitian desk study maupun penelitian-penelitian lapangan kedepannya dalam mewujudkan hasil penelitian yang signifikan di masyarakat.

 348 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *