Situs Karama II

Jika berdasarkan bentang lahannya, maka situs ini sebenarnya masih satu kawasan budaya dengan situs Karama I. Letaknya hanya dipisahkan oleh jalan aspal yang membujur dari arah timur-barat yang merupakan jalan propinsi  poros Jeneponto-Makassar. Secara administratif  Situs Karama 2 termasuk dalam wilayah Dusun Karama, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat Kabupaten Jeneponto dengan posisi astronomi (GPS) adalah 5° 34¢ 06,7²  Lintang Selatan dan 119° 32¢ 56,0² Bujur Timur serta berada pada ketinggian kurang lebih 40-45 meter di atas permukaan air laut.

Seperti halnya situs Karama I, potensi  atau daya dukung lingkungan yang berkaitan dengan eksistensi manusia prasejarah di situs Karama 2 juga sangat ditunjang oleh ketersedian sumber daya hewani yang endemik, seperti babi hutan, rusa, dan lain-lainnya di samping ketersedian sumber daya tumbuhan serta sumber daya batuan yang menjadi bahan baku pembuatan alat-alat kerja penunjang aktivitas kesaharian manusia di masa lalu.

Lansekap situs Karama II sedikit bergelombang (lemah) cenderung datar sehinga hampir semua lahannya menjadi garapan ekonomi masyarakat (ladang-tegalan). Tanaman yang dibudidaya oleh masyarakat setempat rata-rata tanaman jangka pendek, seperti jagung dan kacang-kacangan (kacang panjang, kedelai dan kacang hijau) disamping tanaman jangka panjang (jambu mente, kelapa, mangga, jati). Aktivitas pertanian ini dikondisikan berdasarkan daya dukung  tanah situs yang didominasi oleh lapisan tufa dan batuan vukanik.Oleh sebab itu, tumbuhan asli di wilayah ini didominasi jenis tanaman keras, di antaranya  pohon lontar. Pada permukaan situs banyak ditemukan bolder batuan tufa, kalsedon dan gamping yang berukuran besar, bahkan pada beberapa bagian dipermukaan tanah terdapat singkapan lapisan batuan tufa yang masih insitu.

Potensi arkeologis pada situs ini, selain banyak bahan baku alat batu, juga ditemukan banyak alat-alat batu beserta limbahnya (tatal batu) dan cangkang-cangkang kerang laut. Adanya varian temuan semacam ini memperkuat dugaan bahwa situs Karama II ini juga merupakan situs perbengkelan (industri alat batu) yang sekaligus menjadi tempat hunian bagi satu komunitas manusia di masa berburu tingkat lanjut (Mesolitik). Selain temuan arkeologis yang disebut di atas, dipermukaan situs juga banyak ditemukan fragmen tembikar (bisa dari masa prasejarah-bisa dari masa sejarah) dan fragmen keramik. Hal ini memberi petunjuk bahwasanya situs ini telah diokuvasi oleh manusia secara bersinambung dari masa ke masa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *