Situs Buttu Tinoring

Penemuan situs pemukiman Buttu Tinoring atas petunjuk Ambe Jerman atau Jamma (80 tahun). Situs ini berada dalam wilayah Dusun Kampung Parinding, Desa Tindalun, Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang. Situs pemukiman Buttu Tinoring berpusat pada sebuah puncak yang berada hampir tegak lurus di sebelah selatan pusat sakral batu tomanurung (sekitar 400 meter dari situs Collo) atau sebelah barat pegunungan Bambapuang.

Pemukiman Buttu Tinoring sangat aman dan mampu melihat titik strategis: di utara pusat sakral batu tomanurung, dan mobilitas di Sungai Saddang di sebelah barat. Bagian barat dan selatan berupa dinding karst yang sangat terjal, dengan kemiringan antara 70°-90°. Bagian sebelah timur bukit cukup terjal, kira-kira kemiringan antara 60°-70°. Untuk mencapai puncak yang diduga titik utama pemukiman, hanya ada satu jalur dari arah utara, dekat dengan sumber air, berupa sungai kecil selebar 2-3 meter dan beberapa mata air. Sungai kecil yang mengalir sekarang berasal dari perbukitan utara menuju permukaan rendah di sebelah selatannya. Mata air kaki lembah bukit Tinoring yang sampai sekarang masih dikonsumsi penduduk berada di sekitar 70 meter sebelah timur dari puncak bukit.

Dalam survei, diperoleh sejumlah fragmen gerabah di atas puncak bukit Tinoring. Fragmen gerabah terdistribusi di permukaan tanah dengan lapisan humus tipis yang ditopang tekstur tanah bercampur batuan gamping. Pengupasan seluas 10 x 10 cm yang dilakukan diketahui bahwa kedalaman lapisan budaya di puncak bukit Buttu Tinoring berkisar antara 20-35 cm. Tanah berwarna hitam berasosiasi dengan pecahan batu gamping.

Permukaan datar di puncak bukit Buttu Tinoring yang cukup mengandung artefak tidak lebih dari 50 x 20 meter persegi. Pada permukaan tanah juga terdapat banyak bongkahan batuan andesit yang kemungkinan diangkut dari lembah. Berdasarkan distribusi gerabah, dapat diperkirakan bahwa lereng-lereng utara menuju sumber air juga dimukimi penduduk, meskipun dengan skala terbatas. Fenomena menarik, gerabah yang diperoleh dari puncak Buttu Tinoring berbeda morfologinya dengan yang ditemukan di bagian lereng dan lembah. Gerabah puncak Buttu Tinoring berciri tipis dan halus, sedang pada lereng lebih tebal dan agak kasar. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *