INTERACTION BETWEEN THE TOALEAN AND AUSTRONESIAN CULTURES IN THE MALLAWA AREA, MAROS DISTRICT, SOUTH SULAWESI

ABSTRACT
The Mallawa area lies 92 km northeast of Makassar city and 62 km east of Maros township, in South Sulawesi, Indonesia. Previous research points to an indigenous population named the Toalean and here we demonstrate its presence in the Mallawa area by around 6500–7000 BP, before the immigration of Neolithic Austronesians at around 3580 BP. Distinctive Toalean artefacts are geometric microliths, blades and
Maros points, while distinctive Austronesian artefacts are red-slipped pottery and polished stone artefacts (especially axes and adzes). The purpose of this research is to examine archaeological evidence for contact between the first Austronesians and the Toaleans who already occupied Mallawa. The research method involved survey and excavation. The survey finding was documentation of 11 closed sites (caves) and two open sites. Excavation, undertaken in Liang Uttange 1, indicates Toalean occupation by 7000 cal. BP, followed by the arrival of Austronesian speakers in the Mallawa area who then underwent interaction and adaptation. Their interaction with Toaleans is shown
by finds such as earthenware, adzes and distinctive types of shell ornaments (Neolithic Austronesian culture) associated with geometric microliths and Maros points (Toalean culture). This start of this interaction is dated to between circa 3500 and 3200 cal. BP at Liang Uttange

ABSTRAK

Kawasan Mallawa terletak 92 km sebelah timur laut Kota Makassar atau 62 km sebelah timur Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Selama ini, penelitian terdahulu menunjukkan adanya populasi asli yang disebut Toalean dengan identitas budayanya jelas, menghuni wilayah Mallawa sekitar 6500–7000 BP sebelum imigran Neolitik Austronesia awal menghuni wilayah ini sekitar 3580 BP. Penanda artefak untuk Toalean adalah mikrolit geometris, bilah, dan lancipan Maros, sedangkan penanda artefak Austronesia adalah tembikar slip merah, dan artefak batu diupam (terutama kapak dan beling). Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bukti-bukti arkeologi mengenai kontak atau persentuhan budaya Austronesia Awal dengan Toalean yang pernah menghuni Mallawa. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dan ekskavasi. Hasil survei telah ditemukan 11 situs gua (liang) dan ceruk serta dua situs terbuka. Ekskavasi dilakukan di Liang Uttange 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedatangan Penutur Austronesia di wilayah Mallawa yang sudah dihuni sekitar 7000 BP oleh populasi lokal (Toalean), telah terjadi
proses adaptasi dan interaksi. Kontak dan interaksi budaya antara Austronesia dengan
Toalean ditunjukkan oleh temuan-temuan seperti gerabah, beliung dan perhiasan dari
kerang (budaya Austronesia) berasosiasi dengan artefak batu mikrolit geometris dan
330 lancipan Maros (budaya Toala). Interaksi kedua budaya tersebut diperlihatkan pada
lapisan tanah pertama dan kedua di kotak ekskavasi Liang Uttange 1 dengan pertanggalan antara 3500 dan 3200 BP.

 92 total views,  1 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *